Wisata Telaga Sarangan Magetan, Nuansa Alam yang Sejuk dan Asri

Telaga Sarangan atau yang juga dikenal sebagai telaga pasir terletak di gunung Lawu yang eksotis dan legendaris. Secara geografi masih masuk ke dalam kawasan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga ini berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota Magetan.

Objek wisata ini mampu menarik puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah setiap tahunnya, bukan hanya wisatawan asli Magetan tapi juga wisatawan dari kota-kota lain.

Posisi terletak di 1.287 meter DPL (Di atas Permukaan Laut). Luas telaga sekitar 30 hektar dengan kedalaman 28 meter.

Hotel dan Penginapan di Telaga Sarangan

Ada begitu banyak tempat penginapan di sekitar telaga Sarangan. Mulai dari hotel berbintang, pondok-an, villa, dan hotel-hotel kelas melati juga ada. Selain itu belakagan ini juga bermunculan beberapa guest host dengan harga yang terjangkau.

Anda mau berkunjung ke telaga Sarangan beberapa waktu yang akan datang? Jangan lupa booking kamar dulu sebelum kehabisan. Bisa hubungi kami di 085655622035.

Pemandangan Menakjubkan

Kami bisa menjamin 90% Anda tidak akan kecewa ketika mengunjungi tempat wisata Sarangan ini. Mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang mempesona. Perbukitan yang ditumbuni pepohonan hijau, dan hutan yang masih sangat asri (pecinta alam biasa menyebutnya sebagai hutan perawan).

Sebuah tempat yang sangat cocok untuk melepas penat. Sejenak meninggalkan kesibukan dan keramaian kota.

Udara Sejuk dan Bersih

Udara dingin yang bersih dan sejuk menjadi bonus tak ternilai yang akan membuat Anda benar-benar lepas dari pikiran yang jenuh.

Dengan kondisi yang demikian ini, telaga Sarangan menjadi ikon pariwisata andalan Kabupaten Magetan.

Sepanas-panasnya telaga Sarangan, tetap saja udaranya sejuk dan menyegarkan. Tapi yang agak menantang adalah waktu malam. Waktu di mana air menjadi sangat dingin dan menusuk sampai ke tulang sumsum.

Dikelilingi Pohon Pinus

Di kawasan telaga ini di tumbuhi pepohonan pinus sehingga bagi anda yang menyukai petualangan dapat mencoba untuk berkeliling hutan pinus. Selain itu, terdapat fasilitas untuk berkeliling telaga seperti perahu air, speed boat, dan becak air. Setelah lelah berkeliling kawasan ini anda bisa mengisi perut sambil beristirahat di warung-warung makan yang berada di sekitar objek wisata Telaga Sarangan.

Menunggang Kuda Berkeliling Telaga

Ada begitu banyak pilihan tunggangan kuda ketika Anda berkunjung ke Sarangan. Salah satu tawaran menarik yang juga jarang dijumpai di tempat wisata lain.

Satu kali tunggangan mengitari telaga dikenakan biaya Rp60.000. Anda bisa request untuk mengendalikan kuda sendiri atau dituntun oleh pawang. Kalau Anda kendalikan sendiri, Anda akan dipandu lebih dulu bagaimana cara mengendalikan kuda. Setelah itu pawang akan membiarkan Anda mengendalikan kuda, dan ia akan berlari kecil mengikuti laju kuda yang Anda tunggangi.

Atau Naik Speed Boat Memacu Adrenalin

Selain menunggang kuda, Anda juga bisa memilih naik kapal boat mengelilingi telaga. Biayanya sama yaitu Rp60.000.

Sate Ayam dan Kelinci, Ciri Khas Tersendiri

Nikmatilah sate kelinci dan nasi pecel yang merupakan masakan khas wilayah ini dan dijamin rasanya sedap. Setelah pulang jangan lupa untuk membeli oleh-oleh di toko cinderamata yang juga ada banyak terdapat di objek wisata ini.

Ritual Labuh Setiap Tahun

Setiap tahun di telaga ini diadakan Ritual Labuh dengan tujuan untuk mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta atas segala berkat dan berkah yang telah diberikan.

Ritual ini biasanya diadakan pada hari Jumat Pon sesuai dengan kalender Jawa. Para pengunjung juga dapat melihat ritual yang diadakan di Telaga Sarangan Magetan ini.

Becak Lawu

Eits, jangan membayangkan becak dengan bentuk seperti yang sering Anda jumpai di tempat-tempat umum. Becak lawu ini sangat berbeda.

Ia adalah alat transportasi non-mesin yang digunakan para petani lokal untuk membawa hasil panen ke pusat pasar di Kecamatan Plaosan. Ia hanya bisa digunakan di jalan menurun. Jadi kalau mau balik ke atas ya nitip ditarik pakai motor atau diusung mobil.

Beginilah wujud becak lawu,

becak2Blawu

Ketika jaman semakin modern seperti sekarang, populasi becak lawu semakin menurun dan sudah jarang ditemui. Tapi kalau Anda bisa agak berlama-lama di sekitar Sarangan, Anda akan ketemu dengan segelintir orang yang masih menggunakan becak lawu sebagai alat angkut hasil panen.

20160219073742_968
Becak lawu in action.

Untuk melestarikannya, setiap tahun dibuat event kompetisi becak lawu. Bukan adu cepat, tapi tampil cantik. Siapa yang mampu menghias becak lawu dengan wujud yang maksimal, dialah pemenangnya.